Sungai kebanggaanku hancur
16 04 2008Lebaksiu, tempatku dilahirkan. Tepatnya d daerah Lebaksiu Lor. Tempatnya para saudagar martabak. Desa ini memang tergolong kecil namun ramai. Karena dilewati jalan raya Tegal - Purwokerto. Jadi letaknya begitu strategis.
Banyak sekali obyek wisata yang dapat kita temui, tentu saja obyek wisata alam. Karena di daerah tersebut terbentang Sungai Gung yang luas dan deretan Bukit Sitanjung serta Gunung Slamet. Di sini pula terdapat pemancingan yang ramai dikunjungi oleh orang-orang yang terbilang kaya. Yang ingin mencicipi bawal bakar dengan sausnya yang begitu terkenal mengundang selera.
Namun itu dulu, kini rusak sudah pemandangan itu. Penambang sirtu (pasir dan batu) menambang pasir dan batu semakin liar saja. Bayangkan, dulu sungai itu mengalirkan air yang deras kini hampir kering kerontang serta bebatuan yang berserakan. Sangat jauh berbeda. Jembatan yang menghubungkan daerah Lebaksiu Lor dengan Sidamulya(bener apa ngga yah, lupa.he) pun rusak parah.
Sangat sayang sekali, padahal pemadangan di Lebaksiu Lor dapat dijadikan obyek wisata alam. Kini rusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Aku ingin ketika suatu saat aku menjadi pempimpin nanti, aku ingin memberdayakan potensi tersebut dan merekonstruksinya menjadi sediakala. Doakan ya.. Amin













semakin rusak alam kita
semakin rusak kenangan indah kita
dan benarlah jika yang merusak itu adalah manusia
begitulah manusia, serakah. selagi ada kesempatan dan memungkinkan, apapun bisa di embat. gimana alam gak murka. pasirnya di ambilin terus.
Sekarang di desa tetangga sering longsor sama banjir. Batu-batunya pada ikut kebawa arus. Menyedihkan sekali.
Setiap libur hari raya, d tempat sini rame banget kalau pagi2.
iya tuuh dit, parah banget!!eksplorasi tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar..herannya perusahaan itu tetep dikasih izin sama pemda, DPRD juga diem aja, dapet jatah juga apa yhaa??
kamu ajakin warga situ demo aja dit..!!!
Iya, kalau saya sempat saya pasti akan membicarakan hal ini. Kurang tahu juga sepertinya Tegal sekarang jadi semakin parah. jalan-jalan berlubang (saya hampir saja menjadi korban), pembuatan jalan lingkar di depan mounumen, lambatnya respon pengaduan dari masyarakat, dan masih banyak hal yang lain.
Namun untuk melakukan suatu demo, kita juga melihat dahulu. Apakah secara hukum tidakan kita benar atau tidak. Jangan sampai demo yang membuat kerusuhan (yang lebih memalukan lagi, yang demo dari kalangan mahasiswa, kaum terpelajar). Malahan membuat Indonesia menjadi semakin panas.
Kabupaten Tegal masih banyak yang harus dibenahi. Kita merindukan pemimpin yang jujur, adil, berani, berbudi pekerti yang baik, dan santun. Siapakah dia?
Sedih lihat sungai gung sekarang jd seperti itu.. dulu sewaktu kecil masih aku ingat seneng nya bs berenang disungai gung.. tp sekarang mana bs buat berenang,, bt nyuci aja harus dt4 tertentu.. ayo bangun lebaksiu.. salam Ortega… WBA (Wong Baxciu Asli)
@ Ai
Ortega sudah tidak terdengar lagi kabarnya. Lebih terdengar seperti Waroeng Tegal dan Soulmate (Solidaritas Mahasiswa Tegal).