Search Engine Cuil

29 07 2008

Cuil (http://cuil.com), adalah mesin pencari yang masih terbilang baru. Salah satu pengembang Cuil ini adalah Anna Patterson, mantan pegawai Google. Cuil ini mempunyai interface yang menarik, sehingga tidak monoton.

Dia lebih banyak mengunakan Ajax dibanding dengan Google. Namun sayang, dalam pencarian, tidak ada waktu proses pencarian. Tapi ketika saya coba, ternyata Google yang masih terbilang cepat dalam melakukan pencarian.





Tampilan Baru Friendster

25 07 2008

Kini friendster tampil dengan wajah baru pada halaman muka. Namun fasilitasnya tidak berubah. Hanya saja pada halaman muka, hampir mirip dengan konsep dari facebook. Yaitu halaman login di sebelah kiri dan sebelah kanan adalah halaman registrasi.

Semoga saja friendster juga bertambah bagus dalam hal privatisasi dan sekuritas. Amin.





Review Sleipnir versi 2.7

25 07 2008

Baru saja saya mencoba membuka facebook menggunakan browser Sleipnir. Untuk halaman login tidak mengalami masalah. Namun ketika sudah login dan berada di halaman utama, ada peringatan dari facebook bahwa saya diharuskan mengupgrade browser saya. Di facebook, Sleipnir dikenali sebagai IE versi 6. Memang sih, Sleipnir itu menggunakan engine dari IE 6.

Masalah lain baru saya temukan ketika saya mencoba membuka window baru. Seumpama saya membuka wordpress.com kemudian saya mencoba membuka window baru. Namun dalam window baru tersebut, wordpress.com juga ikut terbuka.  :(

Untuk mencobanya, silahkan unduh di sini.





Bug Firefox 3.0.1

23 07 2008

Kurang tahu juga apakah ini bug dari Firefox 3.0.1atau bukan, ketika saya membuka file manger dan membuka file dengan Code Editornya cPanel tema X3, saya menemukan bahwa tampilan kode-kodenya menjadi kabur alias ngeblur. Jadi saya sangat kesulitan membacanya. Sebagai informasi saya mengatur resolusi monitor 1024 X 768. Padahal ketika saya menggunakan Firefox yang versi 3.0.0 masalah ini tidak saya jumpai.

Apakah teman-teman yang lain menemukan hal yang sama dengan Firefox versi 3.0.1 ini? Mohon informasinya ya.





Sleipnir, Browser Dari Jepang

23 07 2008

Sleipnir browser keluaran dari Jepang, merupakan browser yang siap bertanding dengan IE dan Firefox. Untuk permintaan hardware dan OSnya sendiri adalah:
Supported OS: Windows 98/98SE/Me/2000/XP/Vista
CPU : Pentium 266MHz or higher
Memory : 64MB or higher

Ketika saya mencoba menginstal browser ini memang sedikit membingungkan, namun ketika dicoba sekali lagi berhasil. Apabila Anda menginstalnya dlam kondisi “offline” atau tidak terhubung dengan internet, maka jangan pilih opsi penginstalan “plugin” karena ketika melakukan instalasi, instalasi akan dibarengi dengan proses pengunduhan “plugin” tersebut. Ketika proses instalasi selesai dan mecoba browsernya. Tanpa disangka, browser berjalan lebih cepat dari pada IE dan Firefox ketika saya mencoba membuka Google pada kecepatan internet 1 Kbps.

Untuk tampilannya mirip dengan IE versi 6.x.x namun menunya lebih lengkap. Bahkan lebih lengkap dari pada Firefox. Namun di sini Sleipnir, ada istilah-istilah yang mungkin sudah kita ketahui namun ketika kita jalankan perntahnya, tidak sesuai dengan apa yang kita tahu. Seumpama, biasanya kita membuka tab baru, maka di Sleipnir namanya buka window baru.

Apabila penasaran, silahkan unduh filenya di sini.

Sebagai informasi, saya menggunakan Sleipnir versi 2.7.





Sudah Separah Itukah Remaja Sekarang?

17 07 2008

Suatu saat saya “online” dengan IM (Instant Messenger) yang namanya sebut saja M. Saya sudah lama menjadi anggotanya. Di sini kita dapat menacri teman di seluruh dunia. Asik memang. Namun ketika saya membaca intro yang mereka tulis di profil mereka masing-masing, saya begitu terkejut, rata-rata mereka yang masih muda (di bawah umur 17 tahun) menuliskan intro mengenai kisah cinta mereka. Ada yang sedang putus cinta, patah hati, bahkan sedang “in love”. Mungkin bagi kita itu masih wajar, namun ketika saya mencoba “chat” dengan seorang anak yang masih SMP, dia bercerita bahwa dia telah putus dengan pacarnya. Bayangkan saja, SMP saja sudah mengenal pacaran. Seharusnya masa-masa itu lebih kita fokuskan untuk belajar dan mencari teman. Jangan-jangan nanti SD pun sudah ada yang pacaran.

Saya juga pernah membaca surat kabar (lupa namanya) di sana ada opini dari seorang guru menganai tingkah laku anak didiknya di SD. Menurut dia sudah di atas batas kewajaran. Rata-rata mereka suka membantah, begitu menurutnya. Bahkan mereka kini menggunakan ucapan-ucapan seperti yang disiarkan salah satu stasiun TV swasta mengenai komedi sketsa. Kata-kata yang sering mereka tiru adalah seperti “cape deh..”, “ya iya lah, masa ya iya dong”, dan lain-lain. Pokoknya kata-kata yang intinya dia itu malas. Bahkan guru tersebut bercerita bahwa anak didiknya sering menggunakan kata-kata tersebut di kelas bahkan ketika mendapat tugas dari guru. Yang lebih parahnya lagi dengan orang yang lebih tua.

Remaja dan anak-anak kini seperti telah “keracunan” akbiat menonton siaran TV yang belum waktunya dia konsumsi atau yang tidak pantas untuk dikonsumsi. Contohnya saja seperti sinetron remaja sekarang yang menceritakan mengenai masalah cinta. Atau baju dan aksesoris yang mereka gunakan. Mereka pasti akan meniru apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar. Sehingga bisa kita lihat antara remaja sekarang dan remaja dahulu ketika di sekolah. Mereka berpendapat kalau remaja dahulu itu “jadul”.

Yah, itu memang benar. Tapi hal yang disayangkan adalah masalah kedisiplinan baik itu cara berpakaian ataupun bersikap. Coba kita perhatikan, berapa banyak anak sekolah yang masih menggunakan sepatu yang berwarna hitam dan model baju yang sudah ditetapkan oleh sekolah? Hal itupun saya lihat dengan langsung ketika saya berkunjung di SMA saya dahulu.

Pemerintah juga sepertinya sudah tidak terlalu perduli dengan masalah seperti ini. Umpamanya lebih selektif lagi dalam pemberlakuan materi yang boleh disiarkan kepada khayalak ramai. Bahkan ketika penyiaran acara Penobatan Ratu Sejagad kemarin disiarkan pada waktu jam-jam “Prime Time”. Memang dalam tayangannya diberikan tanda bahwa tayangan itu hanya boleh dikonsumsi oleh orang dewasa. Namun tetap saja disiarkanya pada jam-jam belajar.