Hari yang Berbahagia

20 12 2008

Hari ini, 20 Desember, genap sudah umur saya. Di hari ini saya begitu terharu karena begitu banyak ucapan selamat yang dikirim. Bukan hanya itu saja, Alhamdulillah hasil Yudisium menyatakan bahwa saya lulus dengan IPK di atas 3,20 dan tinggal menunggu wisuda.

Terima kasih untuk semuanya, terutama kepada Allah SWT. Dan semua orang yang begitu berguna dalam kehidupan saya.

Semakin bertambah umur, saya juga harus semakin menjadi dewasa dan lebih menjadi orang yang bertanggungjawab. Amin.

ultah





Tukang Ojek Profesional di daerah Bintaro

17 12 2008

Pernah mendengar kaskus.us? Mungkin orang sering mendengarnya karena mungkin banyak file-file video atau gambar porno yang menggunakan nama tersebut. Namun setelah saya buka situsnya, kita hanya akan menemukan sebuah halaman forum yang sudah mempunyai ribuan member.

Ada sebuah thread yang menarik perhatian saya, yaitu Tukang Ojek Profesional di Bintaro. Di sana menceritakan pengalaman seseorang yang menggunakan jasa ojeknya Arman. Jasa tersebut diiklankan melalui media blog! Sangat jarang memang, namun hal ini betul-betul terjadi. Alamat blognya adalah http://ojekbintaro.blogspot.com/ . Bahkan di dalam blognya ada nomor HP yang bisa dihubungi. Namun dia hanya beroperasi di daerah Bintaro saja.

Menurut thread tersebut diceritakan bahwa tukang ojek tersebut berpenampilan rapi dan tidak seperti tukang ojek kebanyakan. Diceritakan juga bahwa tukang ojek tersebut korban PHK dari kantornya.

Pernah juga saya kecelakaan gara-gara tukang ojek yang tidak tahu sengaja atau tidak menabrak motor saya dari belakang ketika saya belok di pertigaan padahal saya sudah memberikan tanda riting. Ketika itu saya memboncengkan teman perempuan. Langsung kita jatuh dah si tukang ojek tancap gas tanpa perduli. Namun alhamdulillah cuma lecet dan motor cuma rusak di foot step.

Sejak itulah saya tidak suka keberadaan tukang ojek, namun setelah membaca thread tersebut, saya jadi ikut penasaran. Semoga perilaku dan keprofesionalannya banyak ditiru oleh tukang ojek yang lain. Amin





Begitukah Mahasiswa Sekarang?

25 06 2008

Kemarin malam, saya iseng-iseng kumpul di kamarn teman sebelah (kebetulan saya ngontrak rumah sama teman-teman), kami lihat acara berita di televisi sekitar jam 23.30. Di situ ada sebuah berita mengenai aksi demo mahasiswa yang menuntut harga BBM. Mereka juga membokir jalan Sudirman. Saya sempat terkejut, kenapa demo bisa sampai ada kerusuhan. Sudah sebegitu parahkah moral dari mahasiswa?

Seharusnya semuanya bisa diselesaikan secara damai, tanpa banyak memakan korban dari kedua belah pihak. Sehingga jika terjadi keributan, Polisi-lah yang biasanya dijadikan sebagai “kambing hitam”. Berpikirlah secara realistis, kerusuhan hanya akan membuat negara semakin “mlarat”.

Alhamdulillah saya tinggal di Jogja, dan sampai sekarang Alhamdulillah tidak ada yang namanya kerusuhan akibat dari demo. Padahal Jogja dikenal dengan kota pelajar yang hampir sebagian penghuninya adalah mahasiswa.

Saya malu sendiri ketika melihat dan mendengar sikap mahasiswa yang sebegitu arogan, padahal kita seharusnya menyadari, bahwa kita adalah kaum yang terpelajar. Kita yang nantinya menjadi bakal dari pemimpin negara dan kita juga yang akan menjadi panutan adik-adik kita. Jika kita sendiri seperti itu, bagaimana nasib negara kita?





Hidup itu…

7 06 2008

Ini bukan iklan dari hari peringatan kebangkitan bangsa, namun ini adalah pengalaman hidup saya sendiri. Hidup jauh dari orang yang kita sayang ternyata merupakan suatu tantangan yang berat. Karena begitu banyak cobaan yang datang. Misalnya saja ketika kita sedang sakti, tidak ada seorang pun yang perduli dan menemani kita hingga sembuh. Ataupun ketika ada masalah, kita harus memecahkannya sendiri.

Ya, semua akan mengalami semuanya. Karena ini adalah cobaan hidup. Hidup harus memilih. Apakah kita ingin bersenang senang dahulu kemudian bersakit kemudian. Atau bersakit dahulu dan bersenang-senang kemudian?





Hampir Saja…

23 05 2008

Sore kemarin (22 Mei 2008) setelah Maghrib, kontrakan rumah saya hampir saja kejatuhan pesawat yang baru saja “take off” dari Bandara Adi Sucipto. Kira-kira jarak atap dengan pesawat hanya 10 meteran saja. dan suaranya begitu dekat dan bising. Dalam hati jika pesawat itu jatuh menimpa rumah, aku belum siap untuk mati… Biasanya tidak sedekat itu jarak antara pesawat dengan atap rumah (yang kebetulan lantai 2).

Kejadian tersebut menyita hampir semua warga di Perumnas Concat. Teman – teman yang ada di dalam rumah pun serta merta keluar.

Tapi kok kejadian tersebut tidak ada di berita ya. Apa memang sengaja ditutup-tutupi?