Sore itu, sengaja saya keluar rumah karena memang mau mencetak dokumen di rental komputer dekat rumah. Sambil menunggu ada tamu di rental komputer tersebut, saya keluar rental komputer sambil “iseng-iseng” mengambil gambar Patung GBN. Patung tersebut menjadi simbol dari Desa Lebaksiu. Padahal Lebaksiu lebih dikenal dengan martabaknya.
Sore itu jalanan begitu ramai dipenuhi dengan para pemudik yang akan “balik” ke tempat asalnya. Maklum jalan raya tersebut merupakan jalan raya penghubung daerah Tegal dan Purwokerto. Jadi ketika Lebaran, jalan raya tersebut sangat ramai.
Banyak perubahan yang saya temukan di Lebaksiu, tepatnya Lebaksiu Lor. Di sana mulai ada warnet dan jalanan lebih ramai. Ya, ramai dengan kendaraan bermotor. Terutama sepeda motor. Yang berjualan martabak pun mulai bertambah banyak. Jaraknya hanya sekitar 50-100 meter-an. Rata-rata yang berjualan adalah orang yang sudah tua, karena yang muda, kebanyakan sedang melakukan studi di luar kota atau berdagang martabak di daerah lain.
Namun sayang, saya tidak sempat mengunjungi sungai Gung. Padahal setiap Lebaran, biasanya kita, sekeluarga besar sering jalan-jalan pagi di sungai Gung tersebut. Baik itu untuk bermain air atau hanya untuk melihat pemandangan alamnya.
Tak terasa, waktu begitu cepat berjalan… Keadaan sudah mulai banyak berubah. Sudah saatnya saya kembali ke desaku tercinta ini.

















Komentar Temen2