Warnet yang Saya Hindari

21 06 2008

Kemarin malam (20 Juni 2008) saya iseng pergi ke warnet bersama teman. Sekalian cek web, barangkali ada yang order. Saya biasanya kalau ke warnet yang di dekat rumah ya hanya pilih warnet itu saja. Karena sudah merasa nyaman. ISPnya bagus, tidak banyak cache, jadi kalau mau “upload” atau “set up” domain dan hosting lancar tanpa ada masalah. Namun tentu saja harus selalu hati-hati karena komputernya digunakan banyak orang.

Namun karena malam itu warnet langganan saya penuh, terpaksa saya kemudian mencari warnet lain. Ada sebuah warnet yang namanya cukup populer dikalangan mahasiswa. Sebut saja RE. Bagaimana tidak terkenal, operatornya juga cantik-cantik. Terus juga setiap kendaraan yang parkir di situ diberi stiker. Jadi hampir kebanyakaan kendaraan bermotor ada stiker dari RE.

Pertama datang, tanpa sapaan, operatornya (kebetulan laki-laki) langsung menyebutkan bilik yang bisa saya tempati. saya pun menempati bilik nomer 3. Baru login billingnya, komputer terasa berat. Lalu saya coba browsing menggunakan browser Firefox. Karena saya ingin login 2 akun e-mail, maka saya buka lagi IE, ketika saya buka IE, malah ada peringatan “fatal Error” dengan menyebutkan lokasi memroy yang mengalami kesalaha. Ya sudah saya ok saja. Malah semua aplikasi ditutup semua dan komputer menjadi “hang”. Saya pun minta pindah ke bilik lain.

Tanpa “log out” billing, saya pun pindah ke bilik nomor 1. Di situ sudah tertera nominal sewa yang saya pakai ketika di bilik 3. Komputer memang tidak ada masalah, karena hari mulai pagi, saya putuskan untuk pulang. Sebelum “log out” say lihat bahwa biayanya sekitar Rp. 5.100 .

Kemudian saya ke operator untuk membayar. saya pun kembali menanyakan biayanya. Tidak disangka, biayanya malah mahal. Sekitar Rp. 7.600. Lebih mahal Rp. 2.500. Ada apa gerangan. Padahal temanku hanya membayar Rp. 5.100 saja, padahal kita “online” pada waktu bersamaan.  Saya pun bersikeras bahwa itu pasti ada kesalahan, karena saya lihat di billingnya tercantum Rp. 5.100. Ternyata operator tersebut menghitung biaya total ketika saya menggunkan bilik 3 (Rp. 2.500) dan penggunaan bilik 1 (Rp. 5.100). Dalam hati, ini yang goblog siapa?

Besok lagi, saya tidak mau menggunakan jasa warnet tersebut.

Ada cerita lagi, seorang operator warnet ketangkap basah sedang membuka tampilan desktop di billik lain. Seperti sedang dimata-matai. Pantas saja, ketika saya “download” tiba-tiba progres filenya menghilang begitu saja. Dan beberapa kali “window” browser di tutup sendiri. Di manakah kebebasan kita dalam menggunakan warnet? Padahal kita juga sudah bayar, tidak merusak fasilitas atau menganggu “user” lain. Uhhh… sebel.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: